Dede Saroji
CERITA HIDUP ANAK DESA (Part2)
Masa sekolah SD di
Cisarua 03 yang ia jalani biasa-biasa
saja nilai raport pun
tidak begitu menonjol namun pernah juga mewakili sekolah untuk lomba cepat
tepat dan paduan suara, jarak sekolah dengan rumah kurang lebih 2 Km dengan
jalan kaki tanpa alas kaki kecuali hari senin dengan menggunakan sepatu kelinci
yang diputihkan dengan kapur tulis diberi air, enam tahun dilalui dengan hasil
lulus, untuk menginjak pendidikan yang lebih tinggi yaitu SLTP ia memilih Sekolah tehnik , saat itu masuk
untuk masuk SLTP dan SLTA Negeri harus mengikuti seleksi ,Alhamdulillah
pengumuman hasil test masuk Sekolah Tehnik Negri I ia dinyatakan lulus dan
berhak mengikuti pendidik sekolah kejuruan tehnik. Selam tiga tahun kegiatan
belajar dilalui lancar walau masalah
biaya yang selalu tersendat, karena sejak SD ia jualan sebelum dan sesudah sekolah sampai mengijak kelas 2 ST., jualan
dengan makanan kecil sudah merasa malu , maka ia oper haluan dengan mengikuti
kerja di orang tua yang kerjanya sebagai tukang tembok , dengan menjadi tukang
aduk tembok ( Kernet Tukang ) , Setiap pulang sekolah tidak langsung pulang
kerumah tapi ia langsung ketempat kerja orang tuanya, selama orang tuanya
mendapat order karena kadang tidak ada orang yang menpekerjakan maka dihari itu
tidak kerja seperti itu uang belanja harian berhenti karena upah buruh pada
waktu itu hanya cukup untuk makan sehari, hal seperti itulah yang memaksa untuk
kerja serabutan mernjadi kernet kocokan, terkadang narik becak. perjalanan itu
dilalui sampai selesai pendidikan di STM.
Baca kisa sebelumnya : CERITA ANAK DESA (Part1)
Baca kisa sebelumnya : CERITA ANAK DESA (Part1)


0 komentar: